Perbandingan antara Sistem Pertanian di Indonesia dan Selandia Baru

ADMIN | 2018-11-01 | Berita Kampus

Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang begitu pesat dewasa ini, dengan pertumbuhan yang sangat cepat hingga dalam hitungan waktu yang amat singkat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut tentunya diikuti pula oleh dunia industri yang mana sangat membutuhkan keberadaan bahan baku industri. Lalu kemudian hal ini mengakibatkan persaingan untuk tahun-tahun ke depan semakin ketat. Termasuk persaingan dalam memperoleh bahan baku. Salah satunya adalah efek yang ditimbulkan oleh pelaku industri yaitu salah satunya adalah Sumber Daya Alam Hayati yaitu hutan. Hal ini dapat menimbulkan ketidak seimbangan alam, terjadinya degradari potensi lahan dan akhirnya mempunyai hubungan yang lebih luas lagi terhadap pemanasan global.
 
Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki keahlian dibidang Lingkungan (Ekositem) dan konservasi Alam  dengan spesifikasi Bio Ekosistem  yang profesional di negara kita relatif kurang dan prospek serta peluang mengembangkan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) sekarang dan kedepan sangat potensial. Kegiatan budidaya pertanian yang masih dominan dilakukan adalah pertanian tradisional yang membutuhkan lahan yang luas untuk mendapatkan produksi yang maksimal. Bertolak belakang dengan kenyataan yakni berkurangnya luas lahan untuk budidaya pertanian terutama tanaman pangan. Untuk itu perlu dilakukan peningkatan pemahaman bidang pertanian yang efektif melalui intensifikasi tata kelola dan penggunaan tekhnologi pertanian baik pra tanamam maupun pasca panen.
Maka sudah seharusnya mahasiswa(i) diperkenalkan dengan pemahaman tentang membangun karakter melalui lingkungan dan menjadikan budaya untuk selalu memperhatikan dan menjaga kelestarian terutama ekosistem hutan yang dengan menjaga keberlanjutannya, sehingga pada saatnya tiba ketika mahasiswa sudah bergelut dalam dunia usaha dariberbagi disiplin ilmu (mahasiswa) sudah tidak canggung dan tidak ketinggalan dengan trend yang berkembang pada informasi lingkungan serta semua konsekuensinya. Memberikan pemahaman tentang budidaya pertanian yang efektif dan nilai mengapa kita harus peduli sesama manusia dan lingkungan SDA serta konservasi alam jauh lebih penting dari pada memberikan layanan konservasi yang harus mengeluarkan dana.
Salah satu cara bentuk untuk mengetahui pengetahuan yang lebih banyak tentang pemahaman lingkungan secara menyeluruh adalah dengan melakukan Kuluiah umum dengan mengundang pemateri  kuliah umum dari tenaga profesional yang dipandang  memiliki  kepakaran dibidangnya. Kuliah umum  ini ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk menimba ilmu pengetahuan yang lebih mendalam sesuai dengan keilmuan profesi yang ditekuni.
B. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari Kuliah Umum adalah dalam menambah wawasan dan pengalaman dalam bidang Pertanian, Peternakan, Lingkungan/Ekologis dan Konservasi Alam sehingga mendorong ketekunan mahasiswa dalam menuntut ilmu dan memahami keterkaitan lingkungan dengan ilmu pengetahuan yang digelutinya secara umum dan menjadikannya sebagai budaya.
 
Adapun tujuan dari Kuliah Umum  ini adalah:
  1. Memberikan   informasi pada mahasiswa tentang nilai perbandingan pertanian 
  2. tradisional dan modern.
  3. Konservasi Sumber  Daya Alam.
  4. Meningkatkan kreativitas dan mendorong mahasiswa agar lebih aktif dan  sensitif terhadap perkebangan teknologi pertanian dan isu lingkungan.
  5. Sebagai kuliah tambahan selain kuliah yang didapatkan sehari-hari.
  6. Meningkatkan cara berpikir mahasiswa untuk lebih maju agar selalu optimis.
  7. Membangun hubungan yang baik antara pihak pemerintah, masyarakat dan  lingkungan pendidikan.
 
C. THEMA KEGIATAN
“Suistainable Agriculture” (Pertanian Berkelanjutan)
 
D. SUB TEMA KEGIATAN
Adapun tema kegiatan yaitu : Comparation between Agricultural System in Indonesia and New Zealand” (Perbandingan antara Sistem Pertanian di Indonesia dan Selandia Baru)
 
E. NARA SUMBER
Keynote Spekers :
  1. Tod Emco (Darwin Animal Doctor)- USA
  2.  Hadee Thompson Morris (Darwin Animal Doctor) - New Zealand
 
F. SASARAN
Sasaran yang diharapkan dapat tercapai adalah :
  1. Terbentuknya suatu pola fikir mahasiswa yang luas dan peka terhadap perkembangan  teknologi pertanian dan isu lingkungan.
  2. Memotivasi mahasiswa dalam menuntut ilmu dari berbagai sumber  sehingga dapat menambah pemahaman   tentang teknologi pertanian dan menjaga lingkungan serta  turut aktif dalam kegiatan konservasi .
  3. Menjadikan budaya dalam menjaga budaya pertanian dan lingkungan
  4. Terciptanya suatu kerjasama yang baik antara pihak pemerintah, masyarakat dan  lingkungan pendidikan.
G. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Hari/Tanggal :  Selasa, 30 Oktober 2018
Waktu :  Pukul 09.00 WIB
Tempat : Aula Universitas Tjut Nyak Dhien
 
             

Berita Lainnya


Try Out OSCE di UTND OSCE Center

Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) diselenggarakan untuk mendapatkan gelar profesi Apoteker. Salah satunya adalah ujian OSCE (Objective Structural Clinical Examination) yang baru diadakan pada tahun 2018 ini masih dalam bentuk Try Out. Universitas, Selengkapnya




Perbandingan antara Sistem Pertanian di Indonesia dan Selandia Baru

Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang begitu pesat dewasa ini, dengan pertumbuhan yang sangat cepat hingga dalam hitungan waktu yang amat singkat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut tentunya diikuti pula oleh dunia industri yang mana, Selengkapnya




UTND FC Juara Futsal Gemar Hias

MEDAN (Waspada): GerakanPemudaAnti Narkoba HIV Aids (Gemar Hias) sukses menggelar turnamen futsal bertajukGemarHiasCupV11/2017 di Lapangan JR Futsa1J1Seksama dan Lapangan JM Futsal J1 HM Joni Medan, 19-26 November. Turnamen yang diikuti 20 tirn ini dijua, Selengkapnya




Fakultas Hukum UTND Adakan Seminar Lalu Lintas

Medan, 29/9 (Antarasumut) - Fakultas Hukum Universitas Tjut Nyak Dhien (FH UTND) Yayasan APIPSU Medan bekerjasama dengan Solidaritas Mahasiswa Hukum Indonesia (SMHI) mengadakan seminar lalu lintas, di Aula Kampus II UTND, Jl. Gatot Subroto/Jl. Rasmi Medan, Selengkapnya




© 2018 Universitas Tjut Nyak Dhien - Pusat Sistem Informasi